6.1 Komunikasi Data
Wan (wide area network)
adalah jaringan luas sedangkan jaringan local adalah Lan ( Local area network). Produk yang merevolusi cara komunikasi data dan informai adalah integrated
servicesss digitak network (ISDN)
KOmunikasi data adalah
pergerakan data dan informasi yang dikodekan dari satu titik ke titik lain
melalui peralatan listrik atay elektromagnetik, kanel serta optic (fiber optic)
atau sinyal gelombang mikro (microwave signals).
KOmunikasi data berkaitan
dengan komunikasi mesin ke mesin seperti terminal ke computer dan computer ke
computer. Komunikasi data merupakan
gabungan 2 macam teknik, yaitu teknik telekomuunikasi dan teknik pengolahan data.
Komunikasi Data juga
dapat diartikan sebagai proses pengiriman informasi (data) yang telah
disepakati melalui media listrik atau elektro optic dari titik ke titik yang
lain.
Tujuan komunikasi data
adalah:
- Memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar
secara efisien tanpa kesalahan dan ekonomis dari satu tempat ke tempat
lain
- Memungkinkan penggunaan system computer dan
peralatan pendudkungnya dari jauh (remote compute use)
- Memungkinkan penggunaan system computer secara
terpusat maupun secara tersebar sehingga mendukung manajemen dalam
halkontrol (baik sentralisasi maupun desentralisasi)
- Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan
pengaturan data yang ada dalam berbagai macam system computer.
- Mengurangi waktu untuk pengolahan data
- Mendapatkan data langsung dari sumbernya
(mempertinggi keandalan)
- Mempercepat penyebarluasan informasi
6.1.1
Transmisi komunikasi data
Untuk
menyalurkan data dari sumber (source) ke penerima (receiver) diperlukan
hubungan komunikasi (communication link).
Saluran komunikasi melibatkan masalah transmisi.
A. Mode
Transmisi
1.
Transmisi
Serial
Data
dikirim satu bit demi satu bit. Untuk
kode ASCII, satu informasi karakter terdiri atas 7 bit.
2.
Transmisi
Pararel
Data
dikirim sekaligus melalui misalnya 8 kanal komunikasi.
B. Metode
transmisi
1.
Simplex
Data
disalurkan ke satu arah
2.
Half
Duplex (HDX)
Data
dapat dikirim ke dua arah secara bergantian
3.
Full
Duplex (FDX)
Data
dikirim dan diterima secara bersamaan.
C. Karakteristik
Untuk
menyalurkan dapat digunakan dua macam arus listrik AC maupun DC.
Berdasarkan
lebar frekuensi saluran komunikasi dapat digolongkan:
1.
Broadband
Channel : data dibawa sinyal berfrekuensi tinggi misal kabel coaxial atau serat
optik
2.
Voice
Grade Channel
-
dial
up (switched lines)
dengan melalui kabel telpon
-
Private
line (lase line)
hubungan
langsung antara pemancar dengan penerima
3.
Subvoice
Channel (Nerrowband Channel)
Untuk transmisi 600 bps kebawah
4.
Telegraph
Channel
Untuk transmisi dengan kecepatan
rendah (45 -75 bps)
D.
Bentuk
Fisik
Komunikasi
data tergantung pada harga, performance yang dikehendaki, ada atau tidaknya
medium tersebut.
Dari sudut
teknik faktor yang harus diperhatikan
·
faktor
menghadapi gangguan
·
lebar
jalur (bandwith)
·
kemampuan
melayani multiple acces
·
keamanan
data
Bentuk fisik
Media transmisi yaitu :
·
kabel
kawat telanjang (open wire cable)
·
pasangan
terpilin (twisted pair)
·
kabel
koaksial (coaxial cable)
·
gelombang
mikro (microwave)
·
kabel
serat optik (fiber optic)
E. Macam
saluran transmisi
Terdiri atas
2 atau 4 kawat. 2 kawat untuk informasi
2 arah, 4 kawat untuk menyalurkan data ke sistem komputer dan menerimanya
F. Gangguan
saluran transmisi
a. Random
(tidak dapat diramalkan terjadinya)
1.
Derau
panas (Termal noise)
disebabkan
pergerakan acak elektron bebas dalam rangkaian.
Dikenal dengan nama derau putih noise) atau derau Gaussian.
2.
Derau
impuls (Impuls noise) dikenal dengan spikes.
Tegangan
yang tingginya lebih dibanding tegangan steady state/tegangan derau rata-rata.
Disebabkan
saluran listrik berdekatan dengan saluran komunikasi
3.
Bicara
Silang (cross talk)
Disebabkan
masuknya sinyal dari kanal lain yang letaknya berdekatan. Terjadi karena telepon berdekatan dengan
saluran dimultipleks.
4.
Gema
(echo)
Sinyal
yang dipantulkan kembali karena perubahan impedansi dalam sebuah rangkaian
listrik.
5.
Perubahan
phasa
disebabkan
impulse noise
6.
Derau
intermodulasi (intermodulation noise)
Dua
sinyal dari saluran berbeda (intermodulasi) membentuk sinyal baru yang
menduduki frekuensi sinyal lain.
7.
Phase
jitter
karena
sistem pembawa yang multipleks yang menghasilkan perubahan frekuensi.
8.
Fading
disebabkan
kondisi atmosfir biasa terjadi pada sistem microwave.
b.
Sequential
Terjadinya
dapat diramalkan antara lain :
1.
Redaman
2.
Tundaan
6.1.2 Perangkat Keras Komunikasi
Terdiri dari
:
·
Data
Comunication Equipment (DCE) contoh media komunikasi, modem, stasiun relay,
kantor telepon, transponder (transmitter dan responder)
·
Data
terminal Equipment (DTE) contoh komputer, terminal, konsentrator multiplexer
dsb.
A. Media
Komunikasi
1.
Kabel
3.
Fiber
Optic
4.
Gelombang
radio
B. DCCU
(data communication controller unit)
tugasnya:
·
membentuk
antarmuka antara sistem input/output bus dan modem
·
mengendalikan
sinyal
·
mengubah
data menjadi serial dan sebaliknya
·
untuk
sinkronisasi data antara 2 stasiun
·
mengatur
error recovery
·
konversi
sandi
·
sinkronisasi
karakter baik
·
BIT
sinkronisasi untuk controller asinkron
·
pengujian
kesalahan (pariti, longitudinal, atau BCC)
·
mengendalikan
prosedur
C.
Terminal
adalah alat
yang melayani proses input/output dan penghubung antara manusia dengan mesin. Macam-macam
terminal dasar yaitu: teletypewriter, VDT/VDU, Remote job entry terminal,
transaction terminal, terminal cerdas(intelligent terminal)
D.
Komputer
Komputer
digunakan untuk mengolah data yang datang secara tepat dalam sistem “real
time”. Ada 3 macam penggunaan central
komputer :
·
Stand
alone
·
General
purpose
·
Front
end
E.
Multiplexer
Multiplexing
ialah penggabungan dua sinyal atau lebih untuk disalurkan ke satu saluran
komunikasi. Multiplexer digunakan karena
menghemat biaya, efisien, memaksimalkan kapasitas saluran, membantu penyaluran
data dari beberapa terminal ke titik yang sama.
2 macam
multiplexer yaitu frequency division multiplexing dan time division
multiplexing.
F.
Concentrator
Concentrator
membebaskan saluran komunikasi dari lalu lintas yang tidak bermanfaat dari
semua kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran berita tanpa kesalahan
(error). Selain itu tugas concentrattor
adalah:
–
Line
servicing
–
Konversi
kecepatan dan kode
–
Meratakan
traffic
–
Error
Controll
6.1.3 Protokol
dan Arsitektur Jaringan
·
EIA
(Elektronic Industries Asociation)
Perkumpulan
pabrik elektronika di Amerika
·
CCITT
(Comites Consultative Internationale de Telegraphique et Telephonique)
Komisi di bawah ITU (International
Telecomunications Union) yang terdiri dari pabrik elektonika dan peralatan
telekomunikasi secara internasional
·
ISO
(International Standard Organization)
·
ANSI (American National Standard Institute)
·
IEEE
(Institute of Electrical and electronic Engineers)
Protokol
adalah prosedur dan peraturan yang mengatur operasi peralatan komunikasi data.
Empat
pengelompokan dapat dituliskan dan kempat pengelompokan ini ekivalen dengan
empat layer pertama OSI
1. Interface protocol
berhubungan
dengan kondisi fisik komunikasi
2. Datalink control Protocol
berhubungan
dengan tata cara mentransfer data
3. High Level Network Protocol
berhubungan
dengan network secara lebih luas
4. End To End Data Transport Protocol
6.1.4
Local Area Network
Keuntungan
LAN :
·
memungknkan
sumber daya secara bersama-sama
·
memungkinkan
perbaikan unjuk lkerta yang lebih baik
·
pengirimaan
data lebih banyak dan pertukaran informasi yang lebih baik
·
meningkatkan
produktifitas dan melindungi investasi
Kerugian LAN
:
·
pembuatan
instalasi jaringan tidak sederhana
·
perlu
software khusus untuk multi user
·
perlunya
pengaturan data dan kemanan data
·
Virus
mudah menyebar ke seluruh jaringan
Topologi LAN
antara lain Topologi STAR, RING dan BUS
6.1.5
Wide Area Network
Sering
disebut Long Distance Network. WAN
mencakup komunikasi LAN dengan LAN, komunikasi LAN dengan WAN, dan komunikasi
WAN dengan WAN
Perbedaan
LAN dan WAN
|
Karakteristik
|
Local
Area Network
|
Wide
Area Network
|
|
Kecepatan
|
10
Mbps
|
56
Mbps
|
|
Waktu
Transmisi
|
Cepat
sehingga resiko lebih kecil
|
Lama
sehingga resiko lebih besan
|
|
Transmisi
|
Satu
data/waktu
|
Banyak
data/waktu
|
|
Format
data
|
Satu
transmisi, satu paket data
|
Satu
transmisi banyak paket data
|
|
Ukuran
data
|
kecil
|
besar
|
|
Control
|
Mudah
karena satu topologi
|
Sulit
karena banyak topologi
|
|
Gangguan
|
Kecil
karena satu daerah
|
Besar
karena melalui banyak daerah
|
|
Alur
informasi
|
Mudah
karena topologi jelas
|
Sulit
karena topologinya 'mesh'
|
|
Pengalamatan
|
Mudah
topologi jelas
|
Sulit
topologi 'mesh
|
6.2
KOMPUTERISASI SISTEM
Definisinya
unjuk kerja manusia di dalam sistem masih merupakan unsur yang memegang peranan
penting (50%), selebihnya unjuk kerja tersebut dikerjakan oleh mesin/komputer
(50%)
Contoh :
komputerisasi SIM, dan KTP
Sistem
komputerisasi adalah unjuk kerja manusia hanya 10% sehingga manusia hanya
berfungsi sebagai supervisi dalam hal ini, selebihnya unjuk kerja
mesin/komputer (90%)
Contoh :
koreksi hasil ujian UMPTN,
6.2.1
Perangkat Keras
Bagian-bagian
perangkat keras : masukan (input), central processing unit (cpu), tempat
penyimpanan (secondary memory), dan keluaran (output)
A. Peralatan
Input
Beberapa
jenis masuka/input: keyboard, Mouse, Light Pen, Digitaliser, Optical Mouse,
Tuplet, Touch-Screen dan Scanner
B. Peralatan
Output
Monitor,
Printer, Kloter, dan data comunications
Perangakat
Lunak
A. Sytem
Software
Ada beberapa
jenis software :
–
Operating
System
–
Software
Development Kit
–
Utility
Program
B.
Programing Language
1.
Generasi
pertama adalah bahasa mesin
2.
Generasi
Kedua adalah bahasa assemby
3.
generasi
ketiga sering disebut high level language, misalnya basic, PL/1, fortran,
pascal, cobol dll
4.
Generasi
keempat disebut very high level language atau disebut 4GL (Fourth Generation
Language) contoh dbase, foxbase, acces, SQL, sybase, informix, oracle dll
5.
Generasi
Kelima, bahasa pemrograman pada expert system
6.2.3
Personal Operasi
A.
EDP
Manager
Jabatan
tertinggi dalam bidang komputerisasi
B.
Sistem
Analis
bertugas
mempelajari dan menganalisis permasalahan yang timbul
C.
Programmer
Merupakan
staf EDP
D.
Operator
Komputer
Bertugas
mengoperasikan secara langsung sistem komputer
E.
Data
entry
bertugas
memasukkan data atau merekam data
F.
Teknisi
Komputer
menangani
perawatan serta pemeliharaan sistem komputerisasi
Tenaga
Personal di LAN sebagai berikut:
·
Supervisor Jaringan
·
Operator Jaringan
·
Pemakai Jaringan
BAB 7
PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
7.1. Metodologi Bangsis SIM
Metodologi
adalah kesatuan metode, prosedur konsep pekerjaan, serta aturan yang digunakan
oleh suatu ilmu pengetahuan, seni, atau disiplin ilmu yang lain.
Metodologi
apat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Fungsional Decomposition Methodologies,
Data Oriented Methodologies, dan Prescriptive Methodologies.
7.2. Tahapan Bangsis SIM
A. Tahap investigasi system
a.
Studi
awal (initial investigation)
b.
STudi
kelayakan (feasibility study)
B. Tahap Analisis Sistem
a. Pembahasan system yang berjalan
b. Menentukan kebutuhan system baru
c. Mebuat rancanagan system baru
C. Tahap
Perancangan Sistem
a. Rancangan
dan spesifikasi teknik
b. Pembuatan
dan pengetesan program
c. Training
user
D. Tahap
Implementasi Sistem
a. Melakukan
tes system
b. Pemaangan
dan peralihan system
c. Review
hasil implementasi
d. Laporan
pembangunan system
7.2.1
Tahap Investigasi Sistem
Langkah-langkahnya:
A. Menyadari
Masalah
B. Mendefinisikan
Masalah
C. Menentukan
Tujuan Sistem
D. Mengidentifikasi
Kendala Sistem
E. Membuat
Studi Kelayakan
F. Mempersiapkan
Usulan Penelitian Sistem
7.2.2
Tahap Analisis Sistem
A.
Mengumumkan Penelitian Sistem
B.
Mengorganisasikan Tim Proyek
C.
Mendefinisikan Kebutuhan Informasi
D.
Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem
E.
Menyiapkan Usulan Rancangan
F.
Menyetujui atau menolak Rancangan Proyek
7.2.3
Tahap Perancangan Sistem
A.
Menyiapkan Rancangan Sistem yang terinci
B.
Mengidentifikasikan berbagai alternative konfigurasi
system
C.
Mengevaluasi berbagai alternative konfigurasi system
D.
Memilih konfigurasi yang terbaik
E.
Menyiapkan Usulan Peneraapan
F.
Menyetujui atau menolak penerapan system
7.2.4
Tahap Implementasi Sistem
A.
Merencanakan Penerapan
B.
Mengumumkan Penerapan
C.
Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Keras
D.
Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Lunak
E.
Menyiapkan Database
F.
Menyiapkan fasilitas fisik
G.
Mendidik peserta dan pemakai
H.
Masuk system baru
7.3 Pendekatan BANGSIS SIM
1. Pendekatan Klasik
Metodologi pendekatan klasik
mengembangkan system dengan mengikuti tahapan system life cycle, disebut juga
pendekatan tradisional atau konvensional.
Permasalahan yang timbul pada
pendekatan klasik adalah:
a.
Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit
b.
Biaya perawatan atau pemeliharaab system akan menjadi
lebih mahal
c.
Kemungkinan kesalahan system besar
d.
Keberhasilan system kurang terjamin
e.
Masalah dalam penerapan system
Akibatnya
pemakai kaget dan tidak terbiasa sehingga menjadi frustasi karena tidak dapat
mengoperasikan system dengan baik
2. Pendekatan Terstruktur
Karena banyak permasalahan di
pendekatan klasik maka mulai tahun 1970 digunakan pendekatan terstruktur yang
dilengkapi alat dan teknik yang dibutuhkan dalam pengembangan system sehingga
hasil dan teknik yang dibutuhkan dalam pengembangan system sehingga hasil akhir
dari system yang dikembangkan menhasilkan system yang baik dan jelas.
3. Pendekatan Bottom Up dan Top Down
Pendekatan bawah-naik (bottom up approach) dimulai dari
level bawah organisasi, yaitu level operasional di mana transaksi
dilakukan. Pendekatan bottom up bila
digunakan pada tahap analisis system disebut juga dengan istilah data analysis
karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan diolah lebih dahulu. Informasi yang akan dihasilkan menyusul
mengikuti datanya.
Pendekatan atas turun (top down approach) dimulai dari
level atas organisasi yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan
sasaran dan kebijakan organisasi.
Pendekatan top down disebut juga decision analysis karena yang menjadi
tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh
manajemen lebih dahulu.